sastra

SAHABATKU MUMTAZKU

Senandung Azan di barengi dengan
lantunan Alarm jam yang bersaing habis-habisan dengan Alarm Handphone lainnya
membangunkanku dari tidurku.Dengan mengusap-usap mata dan kemudian kuangkat
tinggi tangan ini untuk meleraikan otot-ototku yg kaku ketika tidur.
Aku pun memulai hariku dengan
membaca doa “Alhamdulillahilladzi Ahyaana Ba’da Ma amaatana Wa ilaihin
nusyur”.

Begitulah aku sebut saja Raihan
dalam memulai hari-hariku,anak mahasiswa Al-Azhar asal Sulawesi Selatan yang
berkepribadian amat sederhana,kuper,dan terkenal dengan sifatnya yang pendiam.
Tidak ada hal istimewa
padaku,namun disisi lain,ku memiliki tiga kawan serumah yang senantiasa
menemaniku dikala sepi,sering memberiku support dan dukungan serta menemaniku
di kala benar-benar tak seorangpun berada disampingku.
Mereka adalah Rizal,Faisal, dan
Ahmad. Sahabat-sahabat yang baik hati dan memenuhi kriteria sebagai sahabat
sejati bagiku.mereka adalah inspirasiku,dan mereka adalah hartaku yang paling
berharga.
Namun disisi lain mereka memiliki
kepribadian yg berbeda-beda. Rizal dengan otak bloonnya namun memiliki Keuletan
yg membuat orang-orang mengaguminya. Faisal yg merupakan Antonim dari Rizal
memiliki kecerdasan yg tinggi,fasih dalam berbicara,pintar mencari alasan namun
sayang tak kalah dengan sifat malasnya yg minta ampun,dan satu lagi sahabatku
Ahmad yg merupakan paling unik dari yang lainnya, orangnya biasa
saja,kecerdasannya biasa saja,namun sifat religi yg ada dalam jiwanya membuatku
dan kawan-kawanku mengacungkan 4 jempol kami untuknya.
Mulailah ku membangunkan
sahabat-sahabatku itu untuk sholat subuh berjamaah,namun yang sempat
kubangunkan cuma si Faisal sahabatku yg pemalas itu,krn nyatanya Ahmad sudah
bangun tiga jam sebelumku untuk melaksanakan sholat Tahajjud,dan Rizalpun sudah
ada di dapur untuk memasak sarapan untuk kami,krn kebetulan hari ini adalah
piket masaknya.
“Sal,yuk,,bangun sholat
subuh.udah azhan tuh,”.kataku.
“huuuffftt,kamu aja dulu,klo
sy ntar-ntarlah.”.jawab Faisal dengan nada masih ngantuk.
“Tapi sal,udah azan tuh di
masjid,yuk sholat subuh dulu lah..”bujukku.
“iya iya,ntar saya nyusul
deh.kamu aja duluan”.
Melihat kemalasan Faisal dalam
beribadah membuat Ahmad turun tangan langsung untuk membangungkan Faisal.
“hey,sal,,ayo
bangun,waktunya sholat subuh nih,kamu tahu sendiri kan klo sholat subuh ini
adalah fardhu dan Allah sendiri yg memerintahkannya langsung kepada
umatnya”.bujuk Ahmad dengan sedkit tegas.
“Iya,iya saya tahu klo
sholat itu perintah langsung dari Allah,tapi ada qaedah ushul yg mengatakan –Al
Ashlu fil Amri La yaqtadil Faur-
bahwasanya asal perintah itu tidak
menuntut untuk mengerjakannya segera
.”.bantah Faisal dengan jurus 1000
Alasannya.
Mendengar Alasan Faisal,kami yang
memiliki pengetahuan yang minim pun tak bisa berkutik sedikitpun.Yah,begitulah kami sering kalah
debat dengannya.
Sebagai anak Al-Azhar tiada lain
yang kami harapkan selain lancar dalam berkuliah dan memperoleh derajat
mumtaz.itulah mimpiku,mimpi yang harus kugapai walau dalam tiga tahun ini hanya
sering mendapat nilai MAQBUL dan MANQUL yg bersaing mati-matian dalam catatan
nilaiku.
Berbeda dengan sahabat-sahabatku.
Faisal dengan Otaknya yg jenius,Rizal dengan Kerajinannya yang super duper,dan
Ahmad dengan Doa dan ibadahnya,mereka sering mendapatkan nilai 2 bahkan 3
tingkat diatasku.
Suatu Malam kududuk sendiri
ditemani dengan gemerlap bintang-bintang dan desiran angin malam yang
senantiasa menggelitikku.Saat itu kumerenung dan kutanya pada diriku
sendiri,apa sebenarnya keistimewaan yang kumiliki seperti orang-orang
lainnya?.apakah aku memilikinya juga atau tidak.?apakah bisa kugunakan untuk
menggapai mimpiku?
tiba2
“craaaaacccccck….!!!”saat itu terdengar suara pecahan kaca.dengan
cepat kutengok apa sebenarnya yang terjadi.ternyata itu adalah foto beempatku
bersama sahabat-sahabatku yang mungkin jatuh karena hempasan angin yang sedikit
kencang saat itu.ketika itu,baru kusadari sesuatu yang sebelumnya belum pernah
kusadari seakan-akan Sang Maha kuasa memberikanku Solusi dalam menyelesaikan
masalahku ini.”iya,aku memiliki mereka”,kataku dalam hati.
“mereka masing-masing
memiliki kelebihan satu dari yang lainnya.kenapa aku tidak mengambil pelajaran
dari mereka dan meneladani kelebihan mereka itu dengan baik saja?”.kata
akalku menimpali.
Esok hari itu,kuawalilah langkah
baru dalam hidupku.kumulai dengan rajin ke kuliah bersama dengan sahabatku
Rizal,mengikuti semua mata kuliah dan dilanjut dengan talaqqi di masjid
Al-Azhar bersama rizal pula,,dalam perjalanan pulang pun kumanfaatkan waktuku
untuk menghafal Al-Qur’an dan beberapa hadits meski dalam keadaan begitu lelah,
sesampai dirumah,langitpun mulai
menggelap,lantunan syahdunya azan magrib seraya memanggil para penyembah Sang
Kuasa untuk berkumpul di rumahNya untuk memperoleh RahmatNya,saat itu,badan dan
kepalaku pun terasa sangat letih dan lesuh,namun sebelum kulangkahkan kakiku
masuk ke dalam rumah,tiba-tiba muncullah ahmad dengan pakaian putih-putihnya,
“Mad,mau
kemana?”tanyaku.
“Biasa,mau
kemesjid”jawabnya santai.
Melihat semangat ahmad ke mesjid
yg menggebuh-gebuh,saya juga nda mau kalah,mulai saat itu juga mulailah kurajin
melangkahkan kakiku ke mesjid untuk sholat berjamaah bersama Ahmad.
kuhabiskan waktuku di masjid
hingga selepas isya dengan menghafal Al-Qur’an dan mengulang-ulangi pelajaran
yg di berikan dosen tadi,tak lupa berdoa dengan sungguh akan segala impianku,
selepas isya,barulah kukembali
kerumah untuk makan malam dan baca buku sebelum tidur.begitulah keseharianku
berjalan selama dua minggu.
Namun disuatu malam,selepas
isya,dengan hati yang riang karena telah ketemu Sang Khaliq kulangkahkan kakiku
menuju rumah,Di dalam rumahpun ku ketemu dengan si Faisal jenius itu,,
“whoy,,aduuh,dapat ilham
dari mana kawanku yang satu ini.saya liat akhir-akhir ini rajin amat?”.tanya
faisal dengan nada bercanda.
“hehehe,biasalah,lagi
memperbaiki diri”.jawabku dengan nada bercanda pula.
Dengan senyuman kecilnya,dia
memanggilku duduk disampingnya,
“Han,boleh nggak kamu kesini
dulu.”
“ada apa sal?”.jawabku
penuh rasa tanya.
“pokoknya sini aja dulu,ada
sesuatu hal yang penting yg ingin kuperlihatkan padamu kawan.”jawabnya
dengan senyum yang tak pernah kulihat sebelumya.
“ada apa?”.tanyaku
kembali sambil melangkahkan kakiku mendekatinya.
Dengan komputer yang ada
didepannya,dia membukakanku sebuah situs yang didalamnya terdapat seorang
motivator yang sedang menjelaskan tentang kunci sukses.Dengan penuh keseriusan
kuperhatikan dan kuserap baik-baik apa yang Motivator itu katakan,ternyata
salah satu yang bisa kupetik dari penjelasan itu adalah,kesuksesan itu butuh
akan Kesabaran dan Keistiqamahan.
Dari kawanku yang satu
ini,akhirnya kusadarilah kenapa dalam beberapa tahun ini kutakbisa mencapai apa
yang kuimpikan.itu tak lain karena pada diriku ada sifat Panas-panas tahi
ayam
yang sering menjangkitiku.
Melihatku yang lagi
merenung,dengan nada santai Faisal menyadarkanku dari lamunan dalamku,
“Hey kawan,sudah tahu
kan?,jangan sampai usahamu untuk mencapai mimpimu hari ini akan hilang satu
atau dua bulan ke depan dengan penyakit itu,jadi tetap sabar dan istiqamahlah
kawan”.kata faisal menasehatiku sambil memegang pundakku.
“makasih kawan,kau
benar-benar membuka pikiranku dan memberikanku masukan yang benar-benar
kubuhtuhkan”
“sama-sama
bos”.jawabnya dengan nada santai dan senyumnya yang langkah itu.
Mulai saat itu,ku jalanilah
hari-hariku seperti yang biasa kulakukan dan kurencanakan.setiap ada hal yang
membuatku dawn,kuteringat lagi akan nasehat sahabatku yang satu itu dan
kembalilah lagi semangatku kuat seperti awalnya.semangat 45.
Tak terasa hari berganti
hari,ujian termin satu dan duapun sudah kulewati dengan baik tak seperti
tahun-tahun kemarin,untuk tahun ini soal ujian terasa amat bersahabat.namun
untuk hasilnya,kutak bisa menjamin bagaimana hasilnya nanti.
Hari yang ditunggu-tunggu para mahasiswa
itu pun tiba, nilai hasil ujian pun sudah di umumkan,terlihatlah di kampus ada
mahasiswa yang raut wajahnya begitu cerah dan senang melihat nilainya yang
begitu memuaskan,namun ada pula mahasiswa yang wajahnya mendung dan bahkan ada
pula yang kehujanan.hehehe..melihat hal itu hatiku pun degdegan akan bagaimana
nasibku di tahun keempat ini.saat yang sama kulihat sahabatku Rizal dan ahmad
yang tersenyum senang menujuku dan memelukku.
“Ada apa kawan,kok senang
banget sih kelihatannya?”.tanyaku sambil membalas senyum mereka.
namun tiba-tiba saat itu teman
sejurusan Rizal dan Ahmad pun datang memberikan selamat kepada mereka atas
nilai jayyid Jiddan yang mereka peroleh.
“o0o0o0,ternyata karena hal
itu kalian senang gini?,selamat yah”.kataku sambil menepuk dada mereka.
“bukan itu han,yang membuat
kami senang begini adalah kamu sendiri”.bantah Rizal.
“iya han,betul bukan
itu”.kata Rizal menimpali.
“terus kalau bukan itu apan
donk?”.tanyaku penasaran.
Dengan cepat Rizal dan Ahmad
memegang tanganku menuju tempat pengumuman nilai ujian yang ada di gedung
fakultasku,mereka pun memberikanku jalan dari keramaian mahasiswa lain agar aku
bisa melihat papan nilai itu.Dan ternyata…
Alhamdulillah
wallahuakbar…Allaaaaaaaahuakbar….!!!akhirnya kubisa menggapai mimpiku
mendapat nilai mumtaz.
Dengan segera kutundukkan wajahku
dan tubuhku kehadiratNya tuk mengekspresikan rasa syukurku yang sangat mendalam
padaNya.Air mataku tak kuasa terbendung ketika kulihat sahabat-sahabatku yang
tersenyum melihat kesuksesanku, dengan cepat kupeluk mereka berdua seraya
berkata ;”Terima kasih kawan atas segala doa dan semangat yang telah kau
berikan kepadaku,kesuksesanku ini tak keluar dari support dan dukungan
kalian”.
“Han,semua ini bukan karena
kami.ini semua karena jeripayah dan kesungguhanmu sendiri kawan,alangkah
baiknya kita balik ke rumah dulu dan memberitahukan hal ini kepada
Faisal”.kata rizal menjelaskan.
“Betul itu,saya juga sudah
lapar nih,hehehe”.kata ahmad menimpali.
saat itu juga kami pulang dan
bertemu langsung dengan Faisal sang motivatorku.
“selamat yah dengan nilai
mumtaznya.mumtaz tertinggi lagi,akhirnya mimpimu terwujudkan boy”.kata
faisal menyambut kedatanganku.
“haa..!!.kamu udah tahu yah
sal,tahu dari mana?”.tanyaku kaget dan penasaran.
“saya tahunya melalui
temanku yang berasal dari sudan,katanya di marhalahmu nilaimulah yang
tertinggi,sekali lagi selamat yah”.jelas faisal memecahkan penasaranku.
Tak tahan lagi,dengan segera
kupeluk erat dia sambil berterima kasih atas segala motivasi dan nasehat yang
telah dia berikan kepadaku.namun dengan nada santai dia cuma berkata ;
“inilah bukti bahwa
kesabaran dan keistiqamahanmu telah kamu penuhi dengan baik,dan kecerdasan
bukanlah segala2nya,karena kecerdasan bisa dikalahkan dengan kerajianan orang
yang bodoh.hal itu telah di buktikan pada diriku sendiri yang hanya mendapat
nilai Jayyid.jagalah dirimu agar tetap begini,pertahankan prestasimu kedepan
kawan,lempar jauh-jauh sesuatu yang dapat menghalangimu mencapai mimpimu,cuma
itu yang bisa kusampaikan padamu kawan”.
“terima kasih banyak atas
semuanya kawan”kataku penuh haru.
“sama-sama
boz”.jawabnya seperti biasa.
Hari itu,hatiku sangat
senang.apalagi mendengar kalau pihak KBRI akan memberikan hadiah kepada mereka
yang mendapat nilai tinggi sekaligus akan mengumumkan mahasiswa terbaik tahun
ini.huuuufftt..hatiku terasa penasaran siapa yah yang akan naik sebagai
mahasiswa terbaik tahun ini?
Hari itupun tiba,telah nampak
banyak mahasiswa Al-Azhar memenuhi Aula tempat di laksanakan takrimunnajihin
itu.kami serumah pun tak mau ketinggalan dalam acara ini.kami pun duduk di
bangku paling belakang dikarenakan jumlah tamu yang datang begitu ramai.
Acarapun dimulai,pemandu acara
telah nampak menyapa para hadirin dengan sapaan ramah dan lembut,setelah itu
pak Dubes RI serta pembesar-pembesar Al-Azhar pun telah menyampaikan sepatah
kata dan mauidzahnya.Moment yang kami tunggu-tunggupun tiba,pengumuman dan
pemberian penghargaan kepada para mahasiswa yang berprestasi telah dimulai.
Pemandu acara menyebutkan nama-nama mereka yang berprestasi termasuk aku dan
kedua sahabatku ahmad dan rizal,kami pun naik dan menerima penghargaan itu dan
turun ke tempat duduk semula dibarengi dengan tatapan-tatapan serta senyum
ramah para mahasiswa dan mahasiswi lainnya.
Dan acara yang paling di
nanti-nantikan pun tiba,yakni pengumuman Mahasiswa terbaik tahun ini.dalam hal
ini,pak Dubes RI sendri yang akan mengumumkannya.
Pak Dubes pun naik ke podium dan
menyapa para mahasiswa dengan ramah dan membacakan pegumuman,
“Bismillahi Rahmanirrahim,dengan
Rahmat Allah SWT dan sesuai pertimbangan dan hasil kesepakatan para penilai
tanpa mengurangi kriteria-kriteria penilaian yang telah disepakati bersama  dalam menentukan siapa mahasiswa terbaik,maka
di tetapkanlah bahwa mahasiswa terbaik tahun ini jatuh kepada….. Raihan Bin
Ibrahim..!!!,mahasiswa asal Sulawesi Selatan,selamat kepada ananda,harap naik
ke atas panggung”.
Tiba-tiba ketika itu,keringat
dinginku keluar,kakiku kedinginan,badanku kaku sebab sangat kaget mendengar
namaku disebut sebagai mahasiswa terbaik,bahkan seakan-akan Raihan bin Ibrahim
itu bukan namaku sendiri,saat itu pikiranku pun melayang dan senyum-senyum
sendiri,apakah saya ini cuma bermimpi seperti biasanya?.
“Han,ayo keatas panggung
sana,selamat yah,tak sangka kau yg akhirnya terpilih menjadi mahasiswa terbaik
tahun ini”,sapa Rizal menyadarkanku dari lamunanku,
Dengan kaku dan penuh rasa malu
campur bangga kulangkahkan kakiku dari kursi paling belakang berjalan naik
keatas panggung,sesampai diatas kupandang wajah para penonton yang penuh senyum
melihat kearahku,bahkan banyak yang ingin lebih mendekat lagi karena ingin
melihat wajahku lebih dekat dan jelas.Sungguh sampai sekarang kumasih tak
percaya bahwa sekarang saya berdiri diatas panggung ini sebagai mahasiswa
terbaik tahun ini padahal tahun-tahun sebelumnya kuhanya duduk di bagian kursi
paling belakang untuk melihat mereka yang di beri penghargaan dan mengaguminya.
Penghargaan dan sertifikatpun di
berikan,dan yang membuat diriku lebih shok ialah yang memberikanku penghargaan
adalah Grand Syekh Azhar sendiri,orang yang paling ingin kutemui
sebelumnya.”Syukur Alhamdulillah”.begitulah ucapan dalam hatiku
berulang-ulang kali disertai rasa senang yang tak terbendung.
Setelah itu,ternyata aku
diberikan waktu untuk menjelaskan di depan mahasiswa lainnya,bagaimana kiat dan
strategi belajarku selama ini sehingga bisa mencapai derajat MUMTAZ dan apa
kunci sehingga bisa naik drastis seperti sekarang ini?

namun,karena pribadiku yang masih
kaku dalam berbicara di depan umum,kuhanya terdiam sejenak,kutarik nafasku
dalam-dalam dan kuhanya bisa menjawab “SAHABATKU MUMTAZKU”.
Sumber: Wawasan
Oleh: Halim El_Makassary

Artikel Terkait