Breaking News
Loading...

Minggu, 13 November 2022

Kunjungan Founder NPC, Pernyataan Donasi Bukan Hal Terpenting sampai Utang Budi Indonesia Terhadap Palestina


Bang Onim (Gambar: dok. Wawasan)


Wawasan, KairoPada hari Sabtu (13/11) pendiri dari Nusantara Palestina Center (NPC) Abdillah Onim menyempatkan diri hadir ke Baruga KKS Mesir. Dalam kunjunganya, pria yang kerap disapa Bang Onim tersebut menekankan bahwa donasi ke rakyat Palestina bukanlah hal terpenting, namun yang terpenting adalah doa.

 

“Yang paling saya tekankan, bahwa memberikan dukungan kepada Palestina, donasi nomor seribu deh. Yang paling penting adalah doa,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, Bang Onim juga membahas seputar isu-isu mengenai beberapa hak rakyat Palestina, yaitu:

 

1. Hak Merdeka

 

Dalam pernyataannya, dia mengambil sepenggal kalimat dalam Undang-Undang Dasar (UUD) 1945, yaitu “...penjajahan di atas dunia harus dihapuskan...”

 

Dari sepenggal kalimat di atas, Bang Onim menyinggung pasal tanggung jawab untuk membantu kemerdekaan rakyat Palestina. Di mana tanggung jawab ini tidak terbatas hanya pada masyarakat muslim, tapi mencakup seluruh masyarakat Indonesia.

 

2. Utang Budi

 

Hampir seluruh masyarakat Indonesia mengetahui bahwa pada masa pra-merdeka, Indonesia mendapat bantuan oleh beberapa negara. Salah satunya berasal dari Palestina.

 

Dalam membantu, Palestina tidak hanya memberikan bantuan berupa morel, namun juga memberikan bantuan berupa materi. Persoalan inilah yang dikemukakan oleh Bang Onim dan menuju ke kesimpulan bahwa masyarakat Indonesia memiliki utang budi terhadap Palestina.

 

3. Penyaluran Lulusan Universitas

 

Dalam pertemuan singkat ini, Bang Onim bercerita mengenai susahnya rakyat Palestina untuk menuntut ilmu, begitupula lulusan-lulusan universitas yang tidak mendapat pekerjaan sesuai profesinya.

 

Pada ceritanya, Bang Onim juga sempat menyinggung tentang seorang pemuda kandidat Doktor yang telah berhasil menulis lima puluh buku, di mana setelah lulus pemuda tersebut tidak mendapat lapangan pekerjaan sehingga pada akhirnya dia berdagang stroberi menggunakan gerobak kecil lusuh.


Tak kalah menarik pula tatkala Bang Onim menyinggung pasal organisasi sosial kemanusiaan yang terlibat dengan partai-partai Indonesia. Dia ingin mengedukasi bahwa lembaga sosial kemanusian itu harusnya bebas dari keterlibatan pihak manapun.

 

“Saya ingin, apa namanya, mengedukasi kepada lembaga Filantropi Indonesia bahwa kalau kita berada di sosial kemanusiaan, ya sudah jangan dibawa ke soal politik. kalau kita sudah di sosial kemanusiaan, jangan dibawa ke golongan tertentu," ucap Bang Onim.


Pernyataannya bukan tidak mendasar, dia mengetahui bahwa manusia itu makhluk yang memiliki kecenderungan terhadap sesuatu. Sehingga apabila lembaga sosial kemanusian terlibat pada suatu golongan, maka yang otomatis didahulukan adalah golongannya.


Reporter: Abdul Halim 

Editor: Ichsan Semma 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar