Breaking News
Loading...

Rabu, 30 Maret 2022

Dua Pemuda Berdarah Sulawesi Torehkan Prestasi di Kejuaraan EPSA

 

Juara Pencak Silat EPSA (Gambar: dok. Wawasan)

Wawasan, Kairo—Dua pemuda berdarah Sulawesi yang merupakan delegasi dari perguruan tapak suci ini berhasil menorehkan prestasi di kejuaraan Egypt Pencak Silat Association (EPSA). Mereka adalah Muhammad Afif Khalillah asal kota Makassar, mengikuti kelas dewasa C meraih medali emas, dan Muhammad Amin Alwan  atlet berdarah Bugis Pinrang, mengikuti kelas dewasa A meraih medali perak.

 

Afif merasa sangat bersyukur dan bangga bisa menorehkan prestasi di event kali ini. Mengenai pengalaman ia sempat menuturkan, “Saya menggeluti dunia pencak silat sejak dari SMP kelas dua sampai sekarang, jadi perlombaan seperti ini sudah sering saya ikuti dari Indonesia. Bahkan tidak terhitung lagi ini event yang keberapa.”

 

Begitu pula dengan Amin yang pernah mengikuti 02SN tingkat nasional pada cabang seni tunggal putra. Ia mengakui bahwa sebenarnya ia tidak memiliki basic fighter karena bidangnya ialah pada peragaan jurus, hanya saja kali ini ia mengisi kekosongan di kelas dewasa A.

 

Di samping itu, perlombaan yang berlangsung sejak tanggal 25, 26, dan final 29 Maret 2022 di Nadi Mahrusah Al abbasiyah ini menjadi sebuah kebahagiaannya karena bisa mengharumkan nama Indonesia di ajang silat internasional, serta bisa membawa nama perguruanya, yaitu Tapak Suci.

 

Open Pencak Silat Championship (Gambar: dok. Wawasan)

Lomba perdana yang diadakan oleh EPSA ini diikuti oleh berbagai macam negara, di antaranya, Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Somalia, dan Mesir, dengan masing-masing  delegasi dari lima perguruan pencak silat Asia yang ada di Mesir, mulai dari Talago Biru Indonesia, Setia Hati Terate Indonesia, Tapak Suci Indonesia, Pagar Nusa Indonesia, dan Pusaka Gayong Malaysia.

 

Dalam wawancara kru Wawasan, Selasa (29/3), Andre Hermawan Saputra selaku ketua perlombaan dan pimpinan Tapak Suci cabang perwakilan wilayah Mesir mengatakan, “Dua perguruan resmi yang menjadi pelopor utama berdirinya persatuan EPSA di Mesir itu Tapak Suci dan Telago Biru,  kita telah  resmi mengajarkan orang-orang Mesir dari sejak 2010, bahkan di tahun selanjutnya kita disediakan tempat oleh  Pusat Kebudayaan Indonesia (PUSKIN) Cairo.”  (Medrasul)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar