Breaking News
Loading...

Jumat, 22 Oktober 2021

Muhammad Saw di Mata Sejarawan Amerika

 

Sampul Buku 100 Orang Palling Berpengaruh Di Dunia Sepanjang Sejarah (Gambar: source perpustakaanebook.com)

Jika bulan Rabiulawal telah tiba, maka yang akan marak diperbincangkan di kalangan masyarakat muslim pada umumnya adalah mengenai hukum pelaksanaan maulid. Ini masih menjadi polemik yang tiada henti-hentinya dan pasti ada saja yang akan berasumsi bahwa melaksanakan maulid itu adalah bid’ah. Berbagai tulisan para ulama kita terdahulu akan kembali dimunculkan dari berbagai kalangan demi untuk menangkal pemahaman-pemahaman yang miring akan hal itu. Padahal, Nabi sendiri merayakan hari kelahirannya dengan berpuasa. Sebagaimana Imam Muslim meriwayatkan hadis (no. 1162) dari Abu Qatadah Al-Anshari r.a., sesungguhnya Rasulullah Saw. ditanya tentang puasa pada hari Senin, beliau bersabda:

فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ

“Pada hari itu aku dilahirkan dan pada hari itu diturunkan kepadaku (Al-Quran).”

Tanpa berlama-lama pada perdebatan yang sudah jelas jawabannya, mari kita bernostalgia dengan salah satu karya dari Michael H. Hart, seorang ahli astronomi dan sejarah terkenal berkebangsaan Amerika Serikat yang berjudul “100 Orang yang Paling Berpengaruh di Sepanjang Sejarah”. Pada buku ini,  banyak di antara orang-orang yang telah dipilih dalam 100 orang itu lahir dan hidup di zaman yang maju dan berkembang dari segi politik dan intelektual. Kecuali Muhammad Saw., yang lahir pada tahun 570 M di kota Mekah bagian selatan Jazirah Arab, di sebuah daerah yang jauh tertinggal dari modernisasi, jauh dari tempat perkembangan baik dari segi perdagangan, sejarah, budaya, dan kesenian. Ayah beliau meninggal ketika ia masih dalam kandungan,  ibunya meninggal ketika beliau berumur 6 tahun, dan hidup dalam keadaan yang betul-betul serba kekurangan.

Namun, Michael H. Hart mengatakan, “Saya telah memilih Muhammad Saw. dan menempatkannya di urutan pertama, dan janganlah merasa kaget dengan pemilihan ini, karena memang ia memiliki hak untuk itu, dan Muhammad Saw. merupakan satu-satunya manusia di sepanjang sejarah yang benar-benar sukses secara sempurna dari segi tingkatan agama dan dunia. Ia berdakwah untuk Islam lalu menyebarkannya di mana menjadi salah satu agama terbesar, sehingga menjadi seorang pemimpin politik, militer, sekaligus pemimpin agama. Setelah 13 abad waktu wafatnya, beliau mampu memberikan pengaruh yang sangat besar, hingga sekarang ini kita rasakan pembaharuannya yang begitu kuat.” Ini merupakan pengakuan langsung darinya yang kemudian disampaikan juga di dalam bukunya yang berjudul “The 100 A Ranking of The Most Influential Persons in History”.  Ia beragama Nasrani, namun sangat mengagumi sosok Nabi Muhammad Saw.

 

Penulis: Ryan Saputra

Tidak ada komentar:

Posting Komentar