Breaking News
Loading...

Jumat, 03 September 2021

Susah Dapatkan Izin, Renovasi Makam Akhirnya Terlaksana

 

Renovasi makam (Gambar: dok. Wawasan)

Wawasan, Kairo—“Program Renovasi Makam ini, awalnya dilaksanakan untuk meramaikan acara Konferensi Cabang (Konfercab) Pengurus Cabang Istimewa Nahdatul Ulama (PCINU) Mesir ke-XI pada November 2020 kemarin, akan tetapi karena akibat Pandemi Covid-19 yang mengakibatkan semua makam di Mesir ditutup, akhirnya susah mendapatkan izin dari Makam Imam Waqi’ dan Makam Izzuddin Abdussalam. Makanya kita hentikan program ini sampai benar-benar mendapatkan izin dari wadzir awqaf,” ungkap Muhammad Fachry selaku koordinator Renovasi Makam Ulama, Kamis (2/9).

 

Dalam wawancara bersama Kru Wawasan itu, ia mengungkap akibat dari susahnya mendapatkan izin dari kedua makam tadi, hingga Anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mesir dan beberapa Anggota Banser yang ikut turut dalam renovasi kali ini memutuskan untuk mencari makam lain yang bisa segera direnovasi.

 

Mereka memutuskan Makam Maulana Syekh Abdullah As-Syarqawi (Grand syekh Al-Azhar ke-12) yang letaknya sebelah utara tidak jauh dari kampus Universitas Al-Azhar. Setelah mendapatkan izin dari cucu dan penjaga makam, akhirnya renovasi makam itu bisa terlaksana.

 

“Renovasi ini didasari atas usulan dan perintah dari KH. Maman Imanulhaq Faqih yang waktu itu datang berkunjung ke Mesir, kemudian beliau mempunyai keinginan untuk ziarah dan malamnya bermimpi ketemu dengan Imam Waqi’, kemudian dibahas lagi secara mendalam oleh GP Ansor Mesir yang akhirnya baru terlaksana hari ini,” ujarnya saat sesi istirahat di Masjid Imam Syekh Abdullah As-Syarqawi

 

Adapun dananya, ia mengatakan bersumber dari hasil pamflet yang telah disebar jauh-jauh hari sebelum acara Konfercab PCINU, hingga sampai saat ini terkumpul sejumlah 51.594 LE. Dan untuk renovasi makam kali ini, ia menuturkan telah menghabiskan dana sekitar belasan ribu. Selebihnya ia katakan akan digunakan untuk renovasi makam selanjutnya.

 

Makam Imam As-Syarqawi (Gambar: dok. Wawasan)

Renovasi makam tersebut terdiri dari pembersihan keseluruhan, pemasangan karpet, pemasangan tirai, bingkai makam yang bertulisan namanya, dan sirah dzatiyah (red: biografi singkat) berbahasa Indonesia agar para peziarah  Indonesia cepat mengetahui hal itu.

            

“Harapannya kita sebagai mahasiswa bisa berkhidmat kepada Masyaikh-Masyaikh Azhar, masa kita kuliah di Al-Azhar terus guru-guru kita makamnya terbengkalai. Kita lihat Imam Ibrahim Baijuri, Imam Syarqawi, dan ada Syekh Ahmad Ad-Damanhuji kuburannya di samping sini yang sudah diratakan dengan tanah, dan beberapa makam masyaikh seperti Grand Syekh Al-Azhar yang pertama, Syekh Abdullah Al-Kharrasyi yang makam nya terbilang biasa saja,” imbuhnya. (Anugrah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar