Breaking News
Loading...

Senin, 17 Mei 2021

Terhalang Regulasi Kemenag, Peserta Seleksi Timteng: Apa Salah Saya pada Negara?

 

Univ. Al-Azhar Kairo (Gambar: misbahululum.ac.id)

Wawasan, Kairo — "Apa salah saya pada negara? Apakah saya jadi beban negara? Sungguh saya tidak memohon beasiswa untuk pendidikan saya.  Saya ke sana (red-Mesir) dengan biaya dari orang tua sendiri, Saya hanya ingin belajar dan belajar dan belajar. Mengapa saya dihalang-halangi untuk belajar?" ungkap salah satu Peserta Seleksi ke Timur Tengah (Timteng), Qistina Barizah.

 

Ungkapan yang ia tulis dalam Surat Terbuka untuk Menteri Agama dan Jajarannya yang dikutip dari Tribun News itu menyoroti regulasi Kementerian Agama (Kemenag) RI yang melarang para peserta yang tidak lulus seleksi tersebut untuk mengikuti kelas Pusat Studi Islam dan Bahasa Arab (Pusiba).

 

Qistina merupakan salah satu peserta yang dinyatakan tidak lulus dalam Seleksi Penerimaan Calon Mahasiswa Baru (Camaba) ke salah satu negara di Timteng, dan ia dalam seleksi itu memilih ke Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir.

 

"Saat pengumuman kelulusan telah diumumkan, ada 1.500-an Calon Mahasiswa Baru (Camaba) yang lulus dan 4.000-an Camaba yang gagal, saya termasuk yang gagal," katanya.

 

Suyitno (Gambar: diktis.kemenag.go.id)

Dilansir dari tulisan lain di media yang sama, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kemenag, Suyitno mengatakan bahwa total Camaba yang ikut seleksi adalah sejumlah 5.752, dengan perincian Camaba yang dinyatakan lulus Program Beasiswa sebesar 20 kuota dan Non-Bea 1.529 orang, sedangkan yang dinyatakan tidak lulus sekitar 4.173 orang.

 

Selain itu, Surat Terbuka untuk Kemenag dan Jajarannya itu juga tersebar melalui pesan di grup-grup WhatsApp sejak Ahad, (16/5) kemarin. (Mugni)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar