Breaking News
Loading...

Jumat, 20 Maret 2020

Bijak Hadapi Covid-19


Sumber:  dari akun Instagram @the.lettered.inkling

Oleh: Iskandar Sayadi


Seperti yang terjadi di berbagai negara lainnya, penyebaran virus corona atau Covid-19 di Mesir terlihat semakin nyata. Hal ini sangat berpotensi menjadi masalah yang besar jika upaya serius tidak segera  dilakukan. Beberapa pekan yang lalu, banyak beredar di sosial media sebuah pernyataan bahwa “Tidak semua orang yang kontak fisik secara langsung dengan penderita virus corona akan jatuh sakit” tidak lagi bisa menjadi pijakan kita saat ini.

Menilik dari surat edaran PPMI Mesir pada hari Ahad, 15 Maret 2020, jumlah kasus Covid-19 sudah berada pada angka 110 orang. Dari 110 kasus ini, 32 orang di antaranya dinyatakan negatif, 21 orang dinyatakan sembuh, dan sisanya masih dalam tahap lanjutan. Kabar yang tentunya masih terlihat biasa saja. Namun, jika dibandingkan dengan berita terbaru dari salah satu media informasi Mesir, YOUM7, dikatakan bahwa kasus Covid-19 pada hari Kamis, 19 Maret 2020 menjadi 256 kasus. Dari 256 kasus ini, 28 kasus diantaranya dinyatakan sembuh, 7 kasus dinyatakan meninggal (tiga diantaranya warga Mesir dan tiga lainnya WNA, satunya lagi tanpa keterangan yang jelas), dan selebihnya masih dalam perawatan. Jumlah ini menjadi dua kali lipat dari empat hari sebelumnya.

Dari sini, kita pantang menganggap biasa saja perkembangan yang terjadi. Semakin bertambahnya jumlah penderita Covid-19 dan adanya pasien yang meninggal dunia adalah peringatan nyata bagi kita. Sangat nyata.

Sejauh ini, Pemerintah Mesir masih melakukan sejumlah langkah untuk menangkal Covid-19. Langkah itu diantaranya, meminimalkan jam kerja kafe dan restoran,  meliburkan semua aktivitas pendidikan selama dua pekan dengan harapan agar semua bisa mengisolasi diri di rumah masing-masing. Bahkan, menurut informasi dari media YOUM7, Mesir akan menutup semua penerbangan masuk maupun keluar hingga tanggal 31 Maret.

Lalu, tindakan apa yang telah diambil oleh pihak KBRI dan PPMI Mesir untuk WNI di Mesir? Ini tentu menjadi pertanyaan mendasar bagi kita. 15 Maret yang lalu, dari pihak PPMI Mesir dan KBRI Mesir sudah mengeluarkan surat imbauan agar meninggalkan semua kegiatan di luar rumah yang melibatkan banyak orang.
Dalam hal ini, penulis mengapresiasi langkah nyata dari KMJ (Keluarga Mahasiswa Jambi) Mesir yang mengadakan gerakan KMJ Peduli pada Selasa, 17 Maret 2020 dengan membagikan  masker, sarung tangan, dan hand sanitizer secara langsung oleh pengurus KMJ Mesir ke semua anggotanya baik di kawasan Hay ‘Asyir hingga sekitaran Husein, Darrasah. Heroik. Sangat mungkin dan akan lebih baik jika sekiranya langkah seperti ini bisa dilaksanakan oleh pihak lebih luas lagi. Semisal, dari pihak PPMI Mesir ataupun  KBRI Kairo. 

Dari jumlah kasus yang semakin bertambah, serta langkah pencegahan Covid-19 yang ditawarkan PPMI serta KBRI, diharapkan juga kepada seluruh WNI yang ada di Mesir untuk selalu meningkatkan kewaspadaan. Adapun untuk beberapa orang khususnya Masisir yang masih menyebarkan artikel, broadcast, ataupun informasi di berbagai sosial media terkait  Covid-19 bukanlah virus berbahaya, agar lebih bijak lagi dalam mengambil sikap dan memilah postingan seperti apa yang layak untuk dibagikan.

Ikuti selalu perkembangan Covid-19 di media-media resmi di bawah pemerintah dan selalu mengindahkan perarturan yang dikeluarkan oleh pihak yang bertanggungjawab baik KBRI, pemerintah Mesir, tenaga medis, maupun al-Azhar al-Syarif.

Terakhir, penulis ingin mengajak pembaca sekalian untuk sejenak berpikir dan merenungkan niat baik itu bisa saja menjadi bumerang bagi diri  kita sendiri. Usaha menanggulangi Covid-19 dengan cara menyebarkan berita hoaks dan postingan yang bertentangan dengan apa yang sudah ditetapkan tidak akan menyelamatkan, tapi justru hanya menyembunyikan masalah sebelum akhirnya menjadi lebih besar.
  
Pernyataan singkat ini mungkin terdengar kalau situasi sekarang sangat genting, tapi nyatanya justru lebih dibutuhkan. Apalah artinya kesan yang baik, tenang, tetapi menyimpan bencana. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar