Breaking News
Loading...

Kamis, 10 Oktober 2019

Al-Azhar Kerja Sama dengan Tiga Universitas Ternama di Indonesia untuk Adakan Prodi Bahasa Indonesia

Peresmian Bahasa Indonesia sebagai Program Studi di Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah Univ. al-Azhar (Gambar oleh: Reza)
Wawasan, Kairo- Bahasa Indonesia berada di urutan kesepuluh sebagai bahasa yang paling banyak digunakan di dunia. Di Internet, Bahasa Indonesia berada di urutan ke enam sebagai bahasa yang paling banyak digunakan. Bahasa Indonesia juga diajarkan di 45 negara, salah satunya di Mesir. Pengajaran Bahasa Indonesia di Mesir pertama kali dilaksanakan oleh Pusat Kebudayaan Indonesia (Puskin) Kairo, yang didirikan pada tahun 1987 silam. Program ini masih berupa kursus dan dikenal dengan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).

Beberapa waktu lalu, Universitas al-Azhar di bawah pimpinan Rektor Prof. Muhammad al-Mahrashawi telah menyetujui Bahasa Indonesia sebagai salah satu Program Studi (Prodi) di Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah Universitas al-Azhar Kairo. Rabu (09/10/2019), bertempat di aula Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah Universitas al-Azhar, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir Helmy Fauzi hadir dalam acara pembukaan pengajaran Bahasa Indonesia sebagai salah satu Prodi di Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah Universitas al-Azhar. Juga hadir dekan Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah Prof. Muhammad Izzat Said Gazi.

Bapak Helmy Fauzi dalam sambutannya menjelaskan perkembangan pengajaran bahasa Indonesia di Dunia, juga menyampaikan masih banyak khazanah keislaman di Indonesia yang belum tersentuh.

“Ada banyak pemikir muslim di kawasan Asia Tenggara, khususnya di Indonesia. Akan tetapi, pemikiran-pemikiran mereka tidak diketahui dan  tidak tersentuh karena faktor bahasa.“ Kata Bapak Helmy Fauzi di tengah sambutannya.

“Harus ada upaya penerjemahan buku-buku keislaman berbahasa Indonesia ke bahasa Arab. Dan dengan adanya Program Studi Bahasa Indonesia di Universitas al-Azhar ini, kami berharap semoga akan ada ulama dan cendekiawan dari al-Azhar yang memahami bahasa Indonesia.“ Sambung beliau.
(Gambar oleh: Hajir)
Pengajaran Bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah bekerja sama dengan tiga Universitas di Indonesia, yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dan Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Ada empat dosen dari tiga universitas berbeda yang akan mengajar di Prodi Bahasa Indonesia Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah ini. Dan untuk pengembangan bahasa Indonesia, KBRI Kairo menyerahkan laboratorium Bahasa Indonesia kepada Universitas al-Azhar untuk dikelola.

Dalam pembukaan ini turut hadir Rektor UGM Prof. Ir. Panut Mulyono, Rektor UMS Dr. Sofyan Anif,  dan Wakil Rektor UIN Malang. Mewakili para Rektor dan Wakil Rektor, Prof. Ir. Panut Mulyono menyampaikan beberapa hal.

“Bahasa adalah hal yang penting demi terjalinnya komunikasi dan pertukaran budaya antar bangsa. Kami bertiga (UGM, UMS, dan UIN Malang) akan bahu membahu untuk mengajarkan bahasa Indonesia di Fakultas Bahasa Asing dan Terjemah di Universitas al-Azhar ini. Nantinya, kami juga akan memberikan beasiswa kepada mahasiswa Prodi bahasa Indonesia yang meraih nilai istimewa." Ucap Prof. Ir. Panut Mulyono.

Acara pembukaan pengajaran bahasa Indonesia ini juga menarik perhatian mahasiswa dari luar Universitas al-Azhar. Salah satu mahasiswi Universitas 6 Oktober Mesir Mannar Hisyam mengungkapkan ketertarikannya pada bahasa Indonesia.

“Saya suka Bahasa Indonesia sejak pertama bertemu dengan orang Indonesia. Saya ingin mempelajari Bahasa Indonesia lebih dalam lagi. Menambah pengetahuan bahasa asing itu baik dan penting. Ketika pergi ke manapun dan bertemu dengan orang Indonesia, kita bisa saling memahami.” Kata Mannar Hisyam ketika diwawancarai kru Wawasan.

Acara ini ditutup dengan pembacaan puisi Sapardi Djoko Damono yang berjudul Aku Ingin Mencintaimu dengan Sederhana oleh salah satu pelajar putri Puskin Sarah Asyraf. (Nural Muhyida dan Muhammad Fadly Syah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar