Breaking News
Loading...

Minggu, 30 Juni 2019

Wawancara Khusus Punggawa Anyar KKS: 10% Saham Saya di Kedai Santri untuk KKS Seterusnya


Wawasan, Kairo - Jumat, 28 Juni 2019. Pemilihan Punggawa KKS periode 2019-2020 yang dirangkaikan dengan Musyawarah Anggota Tahunan (MAT) XXIII akhirnya membuahkan hasil. Ada tiga calon yang turut andil dalam pemilihan kali ini; Misbahuddin Abdul Wahab di nomor urut satu, kemudian Andi Alfiansyah di nomor urut dua, dan terakhir Muhammad Nasrul Bahtiar di nomor urut tiga. Selektivitas yang dijalani oleh ketiganya cukup ketat, diantaranya dengan diadakan Debat Kandidat yang belangsung cukup menegangkan urat leher. Sehingga setelah proses pemungutan dan penghitungan suara, akhirnya terpilihlah Misbahudin Abdul Wahab sebagai Punggawa KKS masa bakti 2019-2020.

Dalam wawancara khusus Punggawa terpilih Misbahuddin bersedia menjadi narasumber setelah dimintai oleh salah satu kru Wawasan KKS Mesir, berikut adalah hasil wawancara kru Wawasan KKS Mesir dengan Punggawa terpilih:

Apa langkah yang akan anda ambil di awal masa jabatan?                                 
Saya rasa langkah awal yang akan saya ambil adalah merangkul dan mempersatukan kembali anggota/i karena bagi saya persatuan adalah yang terpenting.

Siapa yang anda tunjuk sebagai Tim Formatur?
Tentunya Tim Formatur ini adalah orang-orang pilihan KKS. Berdasarkan hasil sidang MAT KKS saya menunjuk saudara Muhammad Syahran Hidayat, Muhammad Idrus dan al-Habib Andi Alwirdul Lathief al-Seggaf. Kedepannya orang-orang ini akan membentuk Dewan Pengurus KKS (DP KKS) untuk masa bakti 2019-2020.

Apa program andalan anda selama masa jabatan nanti kedepannya?
Ya, semuanya andalan, tapi yang menjadi prioritas utama diantaranya adalah HUT KKS (gebyar-Red) karena di situlah wajah KKS ditampilkan kepada kekeluargaan lain. Jadi, selain pentas seni dan budaya, insyaalah kuliner kita juga tidak akan ketinggalan. Dan kami akan membuat Badan Usaha Milik KKS (BUM-KKS) yang rencananya di dalamnya selain ada kedai makan dan kopi, juga akan ada koperasi. Nantinya, baik anggota ataupun alumni bisa berinvestasi di dalamnya. Kemudian kita juga akan membentuk Lembaga Penalaran dan Pemberdayaan Anggota (LP2A) yang nantinya akan memandu Tudang Sipulung dalam rangka memecahkan masalah yang ada dalam lingkup KKS pada khususnya dan lingkup Masisir pada umumnya. Terakhir, kita akan membuat aplikasi digital KKS agar ada transparansi dalam berorganisasi. Adapun masalah program-program yang lain itu akan menjadi fokus masing-masing departemen.

Saya melihat bahwa program BUM-KKS ini adalah program besar yang tentunya harus diberi dukungan penuh oleh anggota/i , jadi kapan program besar ini sudah bisa dimulai?
Untuk langkah awal itu sudah jauh-jauh hari kita mulai, insyaallah nanti kita buat tim yang akan menentukan langkah BUM-KKS ke depannya, karena suatu saat akan ada pemasukan uang ke KKS. Insyaallah, nanti kita rapatkan lagi dengan DPO KKS tentang bagaimana cara pengolahan dana ini, karena tentu semuanya harus dikomunikasikan. Semua lini yang ada di KKS harus bersinergi dan memberi dukungan penuh pada mega program kita ini. Dana awal insyaallah dari 10% saham saya di Kedai Santri.

10% ini untuk selama masa jabatan anda?
Tidak. Ini untuk seterusnya.

Apa langkah yang akan anda tempuh untuk merangkul kembali anggota yang terkotak-kotakkan oleh perbedaan pilihan selama pemilu?
Ya, saya rasa tidak perlu lagi ada perbedaan. Yang naik ya kita bantu bersama dan kita dukung serta kita bela. Sekalipun bukan pendukung saya juga boleh dapat kursi di Dewan Pengurus KKS. Dan sebagai mahasiswa yang (sudah) selesai ujian (termin dua), saya rasa fokus utama kita saat ini adalah liburan, sekaligus melanjutkan program liburan tahunan pengurus tahun lalu yang belum sempat terlaksana.

Apakah ada pesan untuk warga KKS?
Untuk seluruh warga KKS, mari kita tetap kompak, tetap menjaga solidaritas, karena kita menjunjung tinggi nilai Siri’ Na Pacce, harga diri dan solidaritas. Jadi, kemarin kita berbeda pilihan cukuplah sampai di kerongkongan saja, tak usah dimasukkan dalam hati.
Demikianlah hasil wawancara kami bersama Punggawa KKS yang baru; Misbahuddin Abdul Wahab setelah resmi dilantik sebagai Punggawa KKS masa bakti 2019-2020 pada hari Jumat, 28 Juni 2019 yang akan menahkodai KKS selama setahun kedepan. Hingga berita ini diturunkan agar menjadi tumpuan pengingat atas program-program besar yang menuntut realisasi. (Sam)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar