Breaking News
Loading...

Jumat, 05 Oktober 2018

Bincang Literasi Wawasan Bersama Ihsan Zainuddin Lc., Diplm.


Wawasan, Kairo- Kru Wawasan mendapat kesempatan untuk bertemu dan berbincang langsung dengan Kanda Ihsan Zainuddin Lc., Diplm., yang kini merupakan Direktur Urusan Luar Negeri Kantor Berita SPNA Gaza, Palestina. Pertemuan ini berlangsung pada hari selasa, 2 Oktober 2018, di Graha Jatim, Distrik 9, Kota Nasr, Kairo.
Pertemuan yang dimulai pada pukul 16:30 WLK ini berlangsung dengan suasana kekeluargaan yang santai dan hangat. Kanda Ihsan membuka pembahasannya mengenai awal mula kemunculan media independen di Masisir, yaitu Terobosan. Yang mana Terobosan pada masanya menjadi jawaban terhadap kritikan yang ditujukan kepada Masisir, bahwa dalam dunia tulis-menulis mahasiswa al-Azhar terhitung lemah.
“Media pertama di Masisir itu adalah Terobosan. Pendirinya adalah senior kita, kanda Syarifuddin Abdullah, yang sekarang bekerja di Badan Intelijen Negara.” Kata kanda Ihsan.
Menurut beliau, faktor hidup dan matinya sebuah media bergantung kepada jenis dari media tersebut. Apabila ia berupa media profesional maka ia senantiasa bergantung pada iklan yang masuk. Dan apabila ia berupa media komunitas, ia bergantung kepada semangat komunitas tersebut, “Media itu terbagi dua, ada media profesional atau konvensional dan ada media komunitas. Media profesional itu hidup karena ada bisnis di dalamnya. Sedangkan media komunitas itu hidup karena adanya semangat semua anggota media itu. Maka, kalian semua harus semangat dan menyemangati agar media Wawasan ini bertahan.” Kata beliau juga dengan semangat.
Sesi tanya jawab dibuka, satu pertanyaan yang cukup unik dilontarkan kepada kanda Ihsan dari seorang kru, terkait keyakinan atas sebuah tulisan. “Intinya kita niatkan dulu kita menulis untuk apa.” Jawab Kanda Ihsan. Fikri Haikal Arif, Pimpinan Redaksi Kru Wawasan, menganggap dengan adanya pertemuan ini akan menambah semangat dedikasi dan produktifitas kru wawasan sendiri.
 “Niatkan bahwa apa yang kita tulis itu untuk menginspirasi dan membawa kebaikan bagi orang lain. Sehingga, bisa saja sebagian orang terinspirasi setelah membaca tulisan kita. Itu menjadi pahala buat kita. Sudah banyak berita yang kita baca mengenai orang yang bertobat atau masuk Islam setelah membaca sebuah tulisan.” Nasehat kanda Ihsan. (Ibrahim)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar