Breaking News
Loading...

Senin, 10 September 2018

Pembekalan Kuliah Marhalah Ruwaqun Najah; Al-Azhar Adalah Manhaj




                Wawasan, Kairo- Kerukunan Keluarga Sulawesi (KKS) mengadakan pembekalan dengan tema “Mengokohkan Niat dan Membangun Karakter Yang Bermanhaj Azhary” untuk anggota marhalah Ruwaqun Najah. Pembekalan ini dimoderatori oleh saudara Fikri Arif, kemudian dihadiri oleh tiga pemateri dari senior KKS pada hari Sabtu, 8 Septermber, di Baruga Sulawesi, Distrik 9, Kota Nasr, Kairo.
  
Acara ini disambut dengan penuh sumringah oleh teman-teman RN. Ruwaqun Najah, itulah nama marhalah bagi mahasiswa Al-Azhar KKS tahun kedatangan 2017. Atas inisiatif Dewan Pengurus KKS yang sekarang, diadakanlah pembekalan guna membantu adik-adik yang akan segera terjun ke dalam dunia perkuliahan Al-Azhar. “Pembekalan ini bertujuan untuk mengokohkan niat dan memperjelas arah proses perkuliahan dan talaqqi yang akan ditempuh oleh (teman-teman) marhalah Ruwaqun Najah kedepannya.” Ucap ketua satu Dewan Pengurus KKS, Muhammad Nasrul Bachtiar.

Dimulai pada pukul 14.30 Wlk, acara diawali dengan sambutan ketua panitia dan juga Bapak Penggawa KKS. Kemudian acara dilanjutkan dengan pemaparan dari para pemateri. Adapun ketiga pemateri senior yang diundang sebagai narasumber dalam acara ini, ialah Ustadz Fakhrul Washil Ghalib Lc.dipl, Ustadz Mahkamah Mahdi Lc. MA., dan pemateri yang terakhir adalah Ustadz Halim Bahri Darwis Lc.


Salah satu topik yang diangkat dalam pembekalan kali ini meneganai sosok Azhari sejati. Yang mana ia adalah seorang yang mengamalkan manhaj al-Azhar dan bukan seorang yang sekadar lulus dengan syahadah dari Universitas al-Azhar. “Al-Azhar adalah manhaj. Siapapun yang berpegang teguh pada manhaj ini, walaupun dia tidak pernah datang ke Mesir, maka dia adalah Azhary. Akan tetapi, siapapun yang tidak berpegang teguh pada manhaj ini, walaupun dia menggunakan imamah dan memiliki 100 syahadah Al-Azhar, maka dia bukanlah Azhary.” Ucap Ustadz Fakhrul Wasil.

Acara ini berlangsung dengan sukses dan lancar berkat panitia dan pengurus yang turut berkonstribusi. Walau sempat jeda selama tiga kali untuk mendirikan sholat, acara ini tetap berlangsung dengan meriah tanpa adanya kendala yang berarti. (Zuhair)