Breaking News
Loading...

Sabtu, 31 Maret 2018

Spirit Kebudayaan dalam Perayaan Akar Satu Dekade



Wawasan, Kairo- Kamis (29/03/18), Aula Rumah Budaya Akar sesak oleh puluhan masisir dalam perayaan akar satu dekade.

Runtutan acara peringatan sepuluh tahun eksistensi wadah kebudayaan mahasiswa di Mesir tersebut dimulai dengan lukisan mural live, yaitu pengenalan terhadap lukisan dinding bersifat hidup, deklamasi puisi, lantunan lagu-lagu dengan iringan akustik, serta pembacaan cerpen.

Kondisi aula begitu hangat dengan kesan kekerabatan dan menyenangkan yang disuguhkan para tokoh Rumah Budaya Akar.

Acara yang berlangsung pada kamis malam itu cukup banyak mendapat apresiasi dengan hadirnya perwakilan PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Mesir), Wihdah, dan Pejabat Atase Pendidikan Republik Indonesia di Mesir.

Ketika memberi sambutan, Dr. Usman Syihab memulai dengan menyampaikan cerita kemarahan Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Daoed Joesoef tentang pemisahan ruh dari makna pendidikan dan kebudayaan yang tidak sesuai secara konsep dan ideologi.

Selain itu, Bapak Atdikbud juga menyebutkan salah satu contoh kebudayaan Indonesia yang telah diakui oleh dunia.

"Pinisi sebagai salah satu contoh gemilangnya kebudayaan Indonesia yang mendunia." Ujar mantan dosen salah satu univesitas Islam di Indonesia tersebut.

Sebagaimana memang diketahui bahwa pada 7 Desember 2017 Pembuatan perahu pinisi secara resmi diakui dunia melalui perpanjangan tangan UNESCO di kepulauan Jeju, Korea Selatan.

Dengan support aktif dari Rumah Budaya Akar, diharapkan masisir mampu menjadi pemegang kendali dalam menyuarakan nilai kebudayaan nusantara di Mesir. Sebab kebudayaan merupakan janin dari peradaban.

Reporter: Fikri Haiqal Arif 
Editor: M. Arizal A.