Breaking News
Loading...

Minggu, 25 Maret 2018

Pengajian Ilmu Alat Diampuh Langsung Ustaz Bakhtiar



Wawasan, Kairo- Sabtu, (24/3/18), mahasiswa al-Azhar asal Sulawesi mengadakan pengajian kitab "Qathrunnada"  bersama ustadz Bakhtiar Nawir, Lc., Dipl.

Pengajian perdana kitab Qathrunnada ini, merupakan lanjutan dari pengajian sebelumnya yaitu kitab "Tuhfah al-Tsaniyah Fii Syarh Matn al-Ajurumiyah".
Sebelumnya, kitab "Tuhfah al-Tsaniah" telah diselesaikan selama kurang lebih lima bulan dengan pertemuan sekali dalam seminggu, setiap Sabtunya. Pengajian ini diadakan di Suuq Madrasah, Hayy 'Asyir.

Selain mahasiswa dari Sulawesi, pengajian juga diikuti oleh anggota dari luar Sulawesi, dengan didominasi oleh para mahasiswa baru yang memang butuh pendalaman bahasa Arab sebagai dasar untuk memahami materi perkuliahan nantinya.

Sebelum menguraikan isi kitab, Ustaz Bakhtiar terlebih dahulu memberikan motivasi dan kiat-kiat belajar di awal pengajian.

Dalam majelis ilmu yang diampuh oleh sesepuh KKS (Kerukunan Keluarga Sulawesi) tersebut, beliau mewejangi para mahasiswa mengenai enam perkara yang perlu diperhatikan dalam belajar.

"Menuntut ilmu itu haruslah dengan kecerdasan. Cerdas di sini adalah bagaimana kita mampu membedakan mana kegiatan yang harus di dahulukan. Ketika kegiatan itu mengganggu waktu pelajaran. Maka cara menjaga  kecerdasan tersebut, ialah dengan meninggalkannya. Kedua, kesungguhan dalam menuntut ilmu. Kesungguhan di sini ialah istimrar, artinya berkelanjutan. Dalam menuntut ilmu haruslah istiqomah dan sesuai dengan manhaj yang ada. Ketiga, semangat yang harus selalu ada. Keempat, adanya tunjangan hidup. Penuntut ilmu haruslah memiliki bekal (materi) yang cukup dalam menuntut ilmu bisa didapatkan. Kelima, adalah petunjuk seorang guru. Belajar haruslah dengan berguru. Karena membaca kitab tanpa pembimbing sama sekali tidak bermanfaat. Ilmu yang guru dapatkan selama bertahun tahun bisa diberikan kepada kita dalam hitungan jam. Selain itu, kita jug harus mencari guru yang tidak hanya mengajar, namun juga mendidik, yang tidak hanya menambah ilmu, namun juga memberikan semangat batin, seperti Maulana Syekh Ali Jum'ah. Dan yang keenam, adalah bahwa ilmu itu didapatkan dengan membutuhkan waktu yang panjang. Jangan sekali-kali ingin mendapatkan ilmu dengan instan." Terang erang beliau mewanti-wanti anak didiknya.

Beliau juga mengatakan bahwa, "Jadilah alumni Azhar yang siap pakai. Baik itu dalam Bahasa Arab, Fiqhi, Ilmu al-Qur'an, dan lainnya. Karena pada dasarnya, masyarakat tidak memandang kita mengambil jurusan apa di perkuliahan, namun mereka tahunya bahwa alumni al-Azhar itu selalu bisa,  khusunya dalam Bahasa Arab." Ungkap Ustaz Bakhtiar.

Semoga pengajian ini menjadi awal yang baik bagi mahasiswa baru pada umumnya dan KKS (Kerukunan Keluarga Sulawesi) pada khususnya.


Reporter: Haedir Zulfikar
Editor: M. Arizal A